Program Pemberdayaan Ekonomi dan Konservasi (PEKON) Di Wilayah Pekon Teba Kec. Kota Agung Timur Kab. Tanggamus

Pekon Teba merupakan wilayah Pekon yang memiliki jumlah penduduk 165 KK yang memiliki latar belakang beragam dari petani, buruh sampai pegawai pemerintahan. Pekon ini masih menerapkan adat lampung turun temurun dari tokoh adat pada awal Pekon didirikan. Tiga tokoh adat yang masih menjadi pimpinan raja Pekon ini adalah Dalom marhadin, Dalom Prijal, dan anak bathin hamdan. Segala permasalahan yang terjadi di Pekon akan diselesaikan dengan bermusyawarah dengan tokoh ini. Pekon teba sudah ada sejak tahun 1942 pada penjajahan jepang. Masyarakat hidup dengan memanfaatkan kebun rakyat, dan bertani.

Potensi alam Pekon ini masih sangat baik dengan adanya dua sumber mata air sebagai pemenuhan kebutuhan air masyarakat Pekon teba. Pekon ini potensinya pun beragam, dari kebun dengan tanaman campuran, palawija, sawah, kebun kelapa, dan dekat dengan pesisir.

 

Jauh sebelumnya masyarakat belum pernah tersentuh dengan keberadaan kelompok, baik kelompok desa maupun pergerakan PKK namun tidak aktif. Kehadiran Watala bekerjasama dengan Danone untuk mendampingi kelompok mendapat sambutan baik. Kelompok-kelompok yang terbentuk saat ini ada dua kelompok masyarakat yaitu kelompok pengelola sarana air bersih (KPSAB) dan kelompok kader PHBS (pola hidup bersih dan sehat). Adanya kelompok-kelompok ini dapat menjadikan pemicu kemajuan Pekon Teba, dengan pemanfaatan potensi secara maksimal oleh kelompok.

Beberapa kegiatan telah dilakukan oleh Watala dengan pendampingan menetap di masyarakat guna melakukan pendampingan yang intensif dan masyarakat dapat lebih memahami bagaimana berkelompok, serta dapat melakukan pengembangan pengetahuan untuk memajukan Pekon Teba. Watala juga telah melakukan jalinan dengan Para pihak baik, pihak pemerintahan setempat maupun pemerintah daerah, sehingga dapat menunjang kelancaran program yang dilakukan di Pekon Teba.