3 Gapoktan HKm Lampung Utara Jalani MONEV

Lampung Utara. WATALA bekerjasama dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Lampung Utara menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi program Hutan Kemasyarakatan (HKm) Kabupaten Lampung Utara.  Kegiatan ini dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan No.37 tahun 2007  tentang kebijakan terkini yang mengatur khusus tentang Program Hutan Kemasyarakatan   bahwa IUPHKm diberikan untuk jangka waktu 35 (tiga puluh lima) tahun dan dapat diperpanjang sesuai dengan hasil evaluasi setiap 5 (lima) tahun. Maka Dinas Kehutanan dan Perkebunan Lampung Utara dan WATALA melakukan Monev HKm pada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) HKm Lampung Utara. Anggaran kegiatan ini berasal dari anggaran Dinas Kehutanan dan Perkebunan Lampung Utara dan WATALA yang difasilitasi oleh Samdhana Institute. Awalnya kegiatan akan dilakukan pada 5 Gapoktan HKm Lampung Utara, tetapi dikarenakan keterbatasan biaya maka kegiatan Monev hanya dilakukan di 3 Gapoktan yaitu Gapoktan Sepakat Mandiri, Karya Maju dan Wana Hijau dan untuk dua Gapoktan lainnya rencananya akan dilakukan tahun depan menunggu anggaran Dinas Kehutanan dan Perkebunan Lampung Utara.

Kegiatan Monev HKm dilakukan berdasarkan panduan Monitoring dan Evaluasi HKm yang telah disusun secara bersama-sama oleh para pihak dan telah disahkan dalam Peraturan Bupati Lampung Utara Nomor. 19  Tahun  2015 tentang Pedoman  Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi, Panduan Teknis Penghitungan Skor dan Bobot, Kriteria dan Indikator Penilaian Penyelenggaraan Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Kabupaten Lampung Utara yang dijadikan sebagai sebagai penilaian kinerja dan keberhasilan pelaksanaan HKm di areal kerja HKm sehingga dapat diputuskan apakah IUPHKm yang diberikan dalam jangka waktu 35 (tiga puluh lima) tahun dapat diperpanjang atau tidak sesuai dengan hasil monev yang dilakukan.

Kegiatan Monev awal dilakukan pada Gapoktan Sepakat Mandiri tanggal 28 – 30 September 2015, monev diawali dengan pertemuan tim monev yang telah terbentuk untuk membahas teknis pembagian tim yang akan melaksanakan monev. Tim terdiri dari perwakilan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Lampung Utara, Perwakilan Watala dan perwakilan masing-masing Gapoktan.

Kegiatan monev di bagi kedalam 2 tim mengingat bahwa wilayah kelola Gapoktan Sepakat Mandiri cukup luas. Tim 1 menginap di Desa Muara 2 untuk melaksanakan monev di  3 (tiga) Sub Kelompok Gapoktan Sepakat Mandiri yang wilayahnya dekat dengan desa Muara Dua, sedangkan Tim 2 menginap di Desa Sidokayo untuk melaksanakan monev di 3 (tiga) Sub Kelompok Gapoktan Sepakat Mandiri yang wilayahnya lebih dekat dengan desa Sidokayo.

Pelaksanaan monev lapangan Gapoktan Sepakat Mandiri dilakukan selama 3 hari dengan Teknis kegiatan berupa penentuan  plot sample yang telah ditentukan melalui titik koordinat, pembuatan ukuran plot sample seluas  40 m x 25 m, penghitungan jumlah tegakan/MPTS yang berada di dalam plot sample dan jumlah seresah yang berada di dalam plot sample dengan membuat plot kecil ukuran 1 m x 1 m, lalu seresah ditimbang untuk mengatahui berapa beratnya, pengamatan bangunan konservasi yang ada di lahan kelola dan melakukan wawancara terhadap pemilik lahan kelola. Setelah monev lapangan selesai, tim lalu melaksanakan monev administrasi Gapoktan Sepakat Mandiri untuk mengetahui kelengkapan administrasi dan kelembagaan kelompok.

Dari kegiatan monev yang telah dilaksanakan ada beberapa kesimpulan yang dapat diambil bahwa Areal kerja Gapoktan Sepakat Mandiri berada dalam satu hamparan, kelembagaan kelompok sudah berjalan dengan baik, kelompok masih mengandalkan kopi sebagai tanaman utama mereka, dengan adanya HKm tingkat ekonomi masyarakat menjadi lebih baik dan lain-lain.

Pada hari ini (20 Oktober 2015) sampai dengan tanggal 25 Oktober 2015 kegiatan Monev HKm Lampung Utara kembali dilakukan pada Gapoktan Karya Maju yang berlokasi di Tanjung Raja Lampung Utara, kegiatan ini juga dilakukan tidak jauh berbeda dengan kegiatan sebelumnya. Kegiatan monev yang dilakukan pada 3 Gapoktan HKm Lampung Utara ini ditargetkan akan selesai pada bulan November 2015. Harapannya kegiatan monev ini dapat menjadi inspirasi bagi semua pihak baik kelompok penerima ijin maupun  pemerintah untuk melakukan kegiatan monev HKm yang merupakan kewajiban yang harus dilakukan untuk memberikan penilaian apakah ijin yang telah diberikan dapat dilanjutkan atau dicabut, kegiatan ini juga dijadikan sebagai bahan evaluasi apakah tujuan HKm yaitu hutan lestari dan masyarakat sejahtera sudah tercapai atau belum. /yus