HALAL BI HALAL WATALA, MEMBUKA KENANGAN LAMA

Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Fitri 1436 H, Keluarga Besar Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup WATALA menyelenggarakan kegiatan Halal bi Halal yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 01 Agustus 2015 di Sekretariat Watala, Jl. Teuku Umar No.58/64 Penengahan Bandar Lampung. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk  mempererat tali silaturahmi dan saling memaafkan di hari yang suci. Kegiatan yang dijadwalkan  pukul 15.00 – 17.00 WIB berlanjut hingga malam hari. Kegiatan halal bi halal diawali dengan mendengarkan sambutan dari Dewan Pengurus yang disampaikan oleh Kak Edison yang menyampaikan bahwa kegiatan halal bi halal ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan Watala paska Idul Fitri.

“Watala adalah satu keluarga, meski anggota sudah tersebar kemana-mana tetapi jika kembali ke Lampung biasanya anggota akan datang ke Sekretariat Watala sekedar bertegur sapa dengan anggota-anggota yang baru atau melihat kondisi Watala saat ini. Hubungan kekeluargaan yang terjalin bukan hanya antar anggota melainkan juga keluarga, mulai istri, suami, anak, juga saling mengenal dan bersilaturahmi,” kata Dewan Pengurus, Kak Edison.

Lebih lanjut Kak Edison juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada anggota yang telah hadir dalam acara ini, harapannya nanti jumlah peserta yang hadir terus bertambah karena upaya untuk mengundang kakak-kakak telah dilakukan baik melalui undangan yang diantar langsung ke rumah maupun melalui media sosial.

Meski kegiatan ini bersifat internal, namun kemeriahannya memicu semangat para anggota yang hadir dan menikmati setiap suguhan makanan yang disajikan. Yang unik dari kegiatan tersebut adalah kehadiran anggota yang sudah lama tidak beraktifitas di Watala, mereka saling bercerita tentang kenangan ketika Latihan Dasar (LANDAS) yaitu salah satu tahapan proses Penerimaan Anggota Baru (PAB) dan masa-masa ketika aktif di Watala. Ada banyak cerita-cerita lucu yang muncul dan mengundang tawa para anggota. Meski beberapa anggota sudah tidak muda lagi, tetapi mereka tetap semangat dan bersyukur karena Watala masih tetap ada dengan beragam aktivitas hingga mendekati usia ke-37 tahun. Acara kemudian  dilanjutkan dengan saling meminta maaf dan do’a bersama untuk kemajuan Watala ke depan.  (Yus)