Archive for December 2011

PENANAMAN POHON

PENANAMAN POHON TELUK KILUAN, TANGGAMUS. PROPINSI LAMPUNG

Perubahan iklim saat ini menjadi perhatian berbagai pihak. Dampak perubahan iklim sangat dirasakan oleh masyarakat, salah satu cara mengurangi dampak perubahan iklim adalah menanam pohon baik di hutan, pesisir maupun lahan-lahan kritis.

Sehubungan dengan hal tersebut maka WATALA mengadakan penanaman pohon. Adapun pohon yang ditanam berjumlah 7.500 bibit pohon dengan jenis bibit Pohon Pete, Pohon Durian dan Pohon Cempaka. Kegiatan ini melibatkan anggota pecinta alam di Lampung. Adapun kegiatan dilaksanakan pada Hari Jum’at sampai dengan hari Jum’at, tanggal 16 – 18 Desember 2011. Acara dimulai pada pukul 09.00 wib bertempat di Teluk Kiluan, Pekon Negeri Kelumbayan, Kec. Kelumbayan Kabupaten Tanggamus Propinsi Lampung. Baca Selengkapnya... »

PADI ORGANIK

Pesawaran Dorong Petani Tanam Padi Organik

PESAWARAN (Lampost.com): Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, mendorong petani menanam padi organik guna menunjang peningkatan produksi di daerah itu.
“Mengoptimalkan penanaman padi organik akan meningkatkan produksi dan juga akan meningkatkan kesejahteraan petani karena pendapatannya akan mengalami peningkatan,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pesawaran, Lukmansyah didampingi Kabid Sumberdaya Distannak Pesawaran, Nuroniyah, di Pesawaran, Senin (19-12).

Menurut dia, saat musim kering tanaman itu dapat lebih menguntungkan dibudidayakan karena tidak terlalu membutuhkan air yang banyak sehingga dapat mengantisipasi kekeringan.
Selain dapat menghadapi musim kemarau, ia menambahkan, penggunaan metode padi organik atau metode System of Rice Intensification (SRI) dapat meningkatkan produksi serta pendapatan petani di daerah itu.
Apalagi, ia melanjutkan, harga komoditas padi organik dibandingkan dengan padi biasa jauh berbeda dan relatif lebih mahal.
“Tidak hanya pada musim tanam gadu (kering), musim penghujan juga Baca Selengkapnya... »

Konservasi

KONSERVASI : Puluhan Burung Langka Gagal Diselundupkan

BURUNG SELUNDUPAN. Burung kakaktua raja bersama 30 satwa dilindungi disita Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung, Senin (12-12). Burung dilindungi tersebut disita di Pelabuhan Bakauheni, Minggu (11-12) malam,sekitar pukul 23.15.

Penyidik PNS BKSDA Lampung Hariyanto menjelaskan penangkapan tersebut berawal dari informasi Forum Anti-Perdagangan Satwa Jakarta.

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) itu menginformasikan ada pengangkutan puluhan satwa liar dari Jakarta tujuan Medan menggunakan bus PO Kurnia jurusan Jakarta—Aceh. “Dari informasi tersebut, kami berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni untuk mencegat di pintu keluar pelabuhan,” kata Hariyanto, Senin (12-12).

Bus yang dinanti petugas gabungan BKSDA dan KSKP Pelabuhan Bakauheni datang sekitar pukul 23.15, kemudian petugas memeriksa bus. Menurut Hariyanto, dari pemeriksaan tersebut didapatkan burung-burung yang dilindungi, yakni 2 cendrawasih, 2 krakatau raja, 4 krakatau jambul, 2 nuri merak kepala hitam, 10 ekor bayan, dan 9 ekor merak anakan.

Selain itu, turut dibawa beberapa satwa yang berstatus bukan dilindungi, seperti 10 ekor kasturi, 4 dara laut, dan 2 kakaktua alba. Puluhan satwa dilindungi itu dibawa Saslani (36) yang berprofesi sebagai penyalur satwa liar di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, yang kini berstatus tersangka.

Dalam perjalanan menuju Medan tersebut, Salsani didampingi dua rekannya, yakni Suhairul dan Kholidy yang berstatus saksi. Keduanya hanya menemani tersangka menuju Medan. Dari pengakuan Salsani, puluhan satwa liar itu akan dibawa menuju Medan dan dijual ke luar negeri melalui jalur laut.

Salsani ditahan di kantor BKSDA Lampung. Dia dijerat Pasal 21 (2) huruf a junto Pasal 40 (2) UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman pidana paling lama 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp100 juta.