Archive for February 2010

KERUSAKAN HUTAN: Dana Revitalisasi Rp20 Miliar

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kehutanan menggulirkan anggaran sekitar Rp20 miliar untuk revitalisasi dan perbaikan kawasan hutan di tiga daerah di Lampung.

Kepala Dinas Kehutanan Lampung Hanan A. Razak mengatakan bantuan tersebut akan diberikan bagi kawasan hutan Taman Bukit Barisan (Lampung Barat), kawasan hutan Way Kambas, dan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Pesawaran.

Kawasan Taman Bukit Barisan yang akan diperbaiki seluas 1.500 ha. Sedangkan untuk kawasan Tahura dan kawasan Way Kambas seluas 3.000 ha. “Untuk Way Kambas, Kementerian akan menberikan sekitar Rp19 miliar. Sisanya dialokasikan untuk TNBBS serta Tahura,” kata Hanan, Senin (15-2).

Untuk penambahan tenaga Dinas Kehutanan, Hanan menjelaskan Gubernur Lampung telah menyerahkan 30 orang anggota Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kepada Dinas Kehutanan Lampung. Baca Selengkapnya... »

Kerja Keras Demi Pendidikan Anak

Bapak Muslim yang akrab dipanggil dengan Kang Muslim, adalah seorang kepala keluarga berusia 44 tahun mempunyai seorang istri bernama Ibu Siti Masunah yang usianya beda 5 tahun lebih muda dengannya. Dari pernikahanya pada tahun 1987 Dikaruniani 4 orang anak 3 laki-laki dan 1 perempuan.

Kang Muslim bersal dari dari Semarang (Jawa Tengah) yang merantau ke Pekon (Desa) Gunung Terang pada tahun 1983, pekerjaan utamanya adalah tukang gergaji kayu dan mencari kayu bakar untuk dijual ke kota kecamatan Fajar Bulan yang jaraknya sekitar 8 km dengan jalan kaki, selain itu kang Muslim juga menjadi buruh di kebun orang lain. Baca Selengkapnya... »

Pemanfaatan Dana CSR Belum Optimal

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Realisasi pemanfaatan dana corporate social responsibility (CSR) di Provinsi Lampung belum optimal. Hal ini terjadi akibat regulasi yang terbatas.

Kasubid Ekonomi dan Perencanaan Pembangunan Bappeda Lampung Hazari Fauzi mengatakan berdasarkan data yang ada sejak tahun 2008 realisasi penyaluran dana CSR di Lampung baru Rp23,1 miliar. Dana ini berasal dari 14 BUMN dari 23 BUMN yang beroperasi di Provinsi Lampung.

“Tahun 2009 diproyeksikan dana CSR dari 23 BUMN tersebut mencapai Rp84,33 miliar. Sebagian besar dana itu diproyeksikan untuk program kemitraan dan program bina lingkungan di provinsi ini,” kata Hazari dalam acara seminar dan lokakarya bertema Membangun kerja sama para pihak melalui kerangka corporate social responsibility oleh Watala di Wisma Dahlia Unila pekan lalu.

Semestinya CSR mampu menopang visi daerah Provinsi Lampung 2010–2014 Baca Selengkapnya... »

Perambah Siap Tinggalkan Hutan

LIWA (Lampost): Seluruh perambah di Lingkungan Mekarjaya, Kelurahan Fajarbulan, Way Tenong, Lampung Barat, siap meninggalkan kawasan hutan lindung Register 45 B. Sejauh ini, terdata 151 kepala keluarga (KK) yang melakukan perambahan liar di kawasan itu.

Kabid Perlindungan dan Pengelolaan Hutan Dinas Kehutanan Lampung Barat, Henry Faisal, Minggu (7-2), mengatakan seluruh perambah sudah menyatakan siap meninggalkan kawasan garapan mereka.

Bahkan, kesiapan meninggalkan kawasan Register 45 B itu tertuang dalam surat pernyataan yang ditandatangani perambah Rabu (3-2) lalu, disaksikan aparat kecamatan dan kelurahan, di Kantor Kelurahan Fajarbulan. Baca Selengkapnya... »

Menebus Kesalahan dengan Berkelompok

Sebut saja Pak Muso umur 45 tahun bertempat tinggal di Pemangku Air Lempaung Pekon Gedung Surian Kecamatan Gedung Surian Kabupaten Lampung Barat. Istrinya bernama Kusminah dan mempunyai dua orang anak. Pada sekitar tahun 2005 karena tuntutan ekonomi dan tidak punya pekerjaan, menerima tawaran dari seseorang untuk mengoperasikan gergaji mesin (chainshow) dalam penebangan kayu di Kawasan Hutan Lindung Register 45 B Bukit Rigis, tidak jauh dari rumahnya yang memang berada di dalam kawasan tersebut.

Usai melakukan penebangan kayu bersama rekannya,seperti biasanya Pak Muso beristirahat sambil mengasah mata rantai chainshow agar menjadi tajam kembali.

Sayup-sayup terdengar ditelinga pak Muso dan rekannya ada langkah kaki dan suara beberapa orang yang menuju kearahnya.  Segera saja pak Muso meminta rekannya untuk menjauh dan berpura-pura sedang merawat tanaman kopi, kalau-kalau yang datang adalah Petugas Kehutanan.

80% Hutan Tanggamus Jadi Areal Perkebunan

KOTAAGUNG (Lampost): Perambahan di kawasan hutan lindung di Kabupaten Tanggamus makin parah. Dari hutan lindung 150 ribu hektare lebih, sekitar 80% di antaranya telah menjadi areal perkebunan kakao, kopi, palawija, dan sayuran.

Hasil penelusuran investigasi Komisi B DPRD Tanggamus baru-baru ini membuktikan kegiatan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL) yang menghabiskan dana puluhan miliar rupiah, yang kemudian dilanjutkan dengan kebijakan hutan kemasyarakatan (HKm), tak menghentikan laju kerusakan hutan lindung di Tanggamus.

“Dari temuan kami di lapangan, kondisi hutan lindung di Tanggamus ini porak-poranda. Kegiatan GNRHL dan HKm tidak ada bekasnya karena kesadaran masyarakat masih rendah,” kata Ketua Komisi B DPRD Tanggamus Ibnu Nizar, di sela-sela kegiatan panen raya perdana padi Ciherang di Pekon Mulangmaya, Kecamatan Kotaagung Timur, Rabu (3-2).

Dianggap Mengganggu Baca Selengkapnya... »