Archive for December 2009

Pemakaian Pestisida Harus Diturunkan

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Pemakaian pestisida untuk produksi pertanian di Lampung masih tinggi. Selain merugikan kesehatan, penggunaan pestisida sistetis ternyata tidak mampu mengendalikan hama.

“Semula banyak ahli mengira masalah hama dan penyakit tanaman dapat diselesaikan. Memang awalnya penyemprotan dengan pestisida memuaskan, tetapi lama kelamaan penyemprotan pestisida secara berulang-ulang dengan dosis tinggi menyebabkan hama dan penyakit tahan terhadap pestisida, malah musuh alami ikut mati dan timbul jenis-jenis hama baru,” kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Bihikmi Soefian, pada acara temu peneliti dan penyuluh pertanian, di Bandar Lampung, Senin (29-12).

Penyemprotan pestisida, kata Bihikmi, menyebabkan pencemaran atau residu pada air, tanah, udara, yang berdampak negatif pada kesehatan manusia. Selain itu kerusakan kompleks OPT pada tanaman padi tahun 2008 menyebabkan 6.096 ha tidak panen dan kehilangan hasil 26.530 ton atau setara Rp6,6 miliar. Baca Selengkapnya... »

PEMBALAKAN LIAR: Tim TNBBS dan Polres Amankan 5 Tersangka

LIWA (Lampost): Tim gabungan dari Departemen Kehutanan, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Dinas Kehutanan, dan Polres Lambar, berhasil mengamankan lima tersangka pembalakan liar di Hutan Produksi Terbatas (HPT), di Way Hulu, Pekon Ngaras, Kecamatan Bengkunat, Rabu (23-12).

Kelima tersangka yang diamanakan Ribudiono (20), warga Sidomakmur Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan; Karmok (42), ayah Ribudiono; dan Handari (44), warga Desa Bangunan, Palas. Selain itu, Budiono (31), warga Desa Lombok, Kecamatan Sukau; dan Nasirwan (40), warga Pekon Ngaras, Kecamatan Bengkunat, yang diduga bos dari keempat tersangka lainnya.

Iwen Yuvanho Ismarwan, PPNS Penyidik dan Perlindungan Hutan Ditjen PHKA Dephut, yang juga mantan kepala TNBBS Liwa, mengatakan penangkapan kelima tersangka bermula dari laporan masyarakat kepada pihaknya di Jakarta. Setelah mendapatkan laporan itu, dia bersama tim langsung turun ke Lambar. Baca Selengkapnya... »

48% Hutan ‘Mangrove’ di Lampung Rusak

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Kerusakan ekosistem mangrove di Lampung mencapai 48%. Kerusakan ekosistem hutan bakau bisa mengakibatkan abrasi pantai, intrusi laut, dan tsunami.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengusahaan Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Priyanto Putro dalam pertemuan dengan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Lampung, Kamis (17-12).

Pertemuan yang dilangsungkan di Kantor Dinas Kehutanan tersebut dihadiri tiga anggota DPD Lampung; Ahmad Jajuli, Iswandi, dan Anang Prihantono. Pertemuan juga dihadiri perwakilan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung, Balai Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Balai Taman Nasional Way Kambas, UPTD Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdurrahman.

Priyanto mengungkapkan ekosistem mangrove di Lampung sepanjang 896 km. Baca Selengkapnya... »

Petani Ramai-Ramai Ajukan HKm Baru

GISTING (Lampost): Setelah dikeluarkannya surat keputusan tentang Pengelolan Hutan Kemasyarakatan (HKm) oleh Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan kepada sembilan kelompok tani di Kabupaten Tanggamus, para petani yang selama ini mengelola Register 28 juga meminta agar hutan Kali Tebu itu dijadikan HKm.

Wanto (34), petani yang ada di Kecamatan Gisting, mengaku tertarik mengelola hutan di Register 28. “Sebagaimana petani lainnya, kami ingin mendapatkan kesejahteraan dengan mengelola lahan di register tersebut,” kata dia.

Saat ini, ujarnya, sejumlah warga sudah membuat permohonan untuk turut mengelola hutan di register tersebut.

Sekretaris Dinas Kehutanan Kabupaten Tanggamus F.X. Karjiono, saat dikonfirmasi, Minggu (6-11), mengakui bahwa masyarakat yang tinggal di sekitar Register 28 mengajukan permohonan untuk mengelola kawasan hutan lindung tersebut sebagai HKm. Baca Selengkapnya... »