Archive for November 2009

Pencurian Kayu Hutan Merajalela

KOTAAGUNG (Lampost): Pencurian kayu di kawasan hutan lindung Register 22 Pematang Neba di Kecamatan Kotaagung Timur dan Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus, merajalela. Sejumlah kawasan berubah menjadi areal perladangan.

Berdasar pemantauan Lampung Post sejak Sabtu (21-11) hingga Minggu (22-11) di Register 22 Pematang Neba, eksploitasi kekayaan alam yang mengarah kepada perusakan hutan seakan-akan menjadi santapan sehari-hari di wilayah ini.

Penjarahan kayu itu sudah terjadi bertahun-tahun, mulai dari wilayah Pekon Sukabanjar, Kecamatan Kotaagung Timur, hingga Pekon Ketapang dan Tegineneng di Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus.

Menurut penuturan sejumlah warga, pencurian kayu itu dilakukan dilakukan oleh segelintir warga baik warga setempat maupun luar daerah. Sejumlah mesin chainsawtelah beroperasi sekian lama di daerah ini. Meskipun raungan mesin chainsaw ini sangat jelas terdengar hingga ke jalan raya dan perkampungan, tidak seorang pun mengusik kegiatan para pembalak liar ini. Baca Selengkapnya... »

DPRD Tidak Serius Sikapi Kerusakan Hutan

GEDONGTATAAN (Lampost): DPRD Pesawaran dinilai tidak serius menyikapi pengrusakan hutan kawasan Register 20 Pematangkubuato, Padang Cermin, oleh penambangan emas ilegal.

Fadliansyah, salah seorang aktivis lingkungan, kepada Lampung Post menjelaskan ketidakseriusan wakil rakyat menyikapi kasus lingkungan di Register 20 tersebut tidak ditunjukkan dalam hearing dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pesawaran, kemarin (17-11).

Komisi B, ujar Fadliansyah, hanya mempertanyakan seputar pengadaan benih cokelat untuk perkebunan asal Jember (Jatim) yang justru dibenihkan di Kabupaten Pesawaran. Sedangkan seputar pengrusakan hutan kawasan tak sedikit pun disinggung. “Ini menunjukkan jika Dewan dan pemerintah memang tidak memahami dampak dari pengrusakan hutan,” ujar dia.

Dia mencontohkan kerusakan lingkungan setempat berdampak pada banjir bandang sampai tanah longsor hingga menimbulkan bayak korban jiwa. Baca Selengkapnya... »

Usut Tuntas Eksploitasi Gunung Anak Krakatau

KALIANDA (Lampost): DPRD Lampung Selatan meminta penegak hukum menyidiki kasus eksploitasi dan eksplorasi berkedok mitigasi di Gunung Anak Krakatau (GAK) hingga tuntas.

Hendry Rosyadi, wakil ketua I DPRD Lamsel, mengatakan pengusutan secara tuntas atas kasus tersebut penting agar tidak menjadi preseden buruk tanah hukum di daerah ini.

Sebab itu, legislatif dalam waktu dekat akan ke Pusat Badan Vulkanologi Mitigasi dan Bencana (PBVMB) Bandung (Jabar) untuk menindaklanjuti kegiatan PT AUP yang telah meresahkan warga sekitar pesisir Kecamatan Rajabasa itu.

“Kami kesulitan dana. Kalau ada kami segera berangkat. Ke Bandung bukan untuk penyidikan, melainkan sebagai wakil rakyat wajib menyaring aspirasi masyarakat,” kata Hendry, Jumat (13-11).

Dia mengingatkan eksploitasi dan eksplorasi di GAK tidak boleh terulang, karena itu perlu ketegasan Pemkab Lampung Selatan. Baca Selengkapnya... »

ENERGI TERBARUKAN: Lampung Punya Potensi Besar

BANDAR LAMPUNG (Ant/Lampost): Lampung potensial sebagai pusat pengembangan energi terbarukan. Sejumlah tanaman sumber energi terbarukan seperti nanas dan tapioka, dapat tumbuh subur di tanah Lampung, dan selama ini telah menjadi andalan ekspor.

“Pemprov sudah harus mulai mempertimbangkan potensi itu dengan membantu penelitian dalam pengembangannya,” kata John Hendri, peneliti biomassa dari FMIPA Unila dalam seminar nasional Sains MIPA dan Aplikasinya di Universitas Lampung, Senin (16-11).

Selain John, Wakil Gubernur Lampung Joko Umar Said juga menjadi pembicara utama. Baca Selengkapnya... »

Watala Desak Upaya Hukum

Bandar Lampung,Tribun – Keluarga Pencinta Alam dan Lingkungan Hidup (WATALA) mengecam eksploitasi terhadap Kawasan Gunung Anak Krakatau.

Mereka mendesak aparat hukum memberi sanksi berat kepada pelaku perusakan cagar alam itu.

“Bukti permulaan yang diajukan Walhi seharusnya sudah bisa membantu Departemen Kehutanan, khususnya Direktorat Jenderal PHKA dalam mengusut eksploitasi Krakatau, ” ujar Direktur Eksekutif Watala Rini Pahlawanti, Minggu (15/11), melalui perslirisnya.

Watala, menurut Rini, menyambut baik janji Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan untuk menindak tegas pelaku perusakan.

Namun, pihaknya menyayangkan pernyataan Dirjen PHKA Darori yang menyebut pihak LSM harus membuktikan tuduhan eksploitasi Krakatau.

“Semestinya, pada kasus lingkungan , berlaku asas pembuktian terbalik, yakni perusahaan atau pihak tertentu yang harus membuktikan mereka tidak melakukan apa yang dituduhkan, ” kata Rini.

sumber: Tribun Lampung

Lukman-Warga Teken MoU DAS Way Bunut

METRO (Lampost): Wali Kota Metro Lukman Hakim menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kelompok Pelestarian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Kota Metro di tanggul DAS (daerah aliran sungai) Way Bunut, Hadimulyo Timur, Jumat (13-11).

Wali Kota menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Dewan Air dan seluruh anggota pelestarian lingkungan alam yang telah memberikan karya nyata dalam melakukan pelestarian lingkungan hidup khususnya di bantaran Way Bunut.

Dalam kegiatan yang diawali dengan menanam pohon penghijauan itu, Lukman mengatakan saat ini baru 20 persen daerah aliran sungai Way Bunut, Way Batanghari, dan Way Raman yang telah ditanami dan dimanfaatkan.

Penandatangan MoU itu diharapkan dapat memotivasi anggota kelompok untuk memanfaatkan dan mengelola lokasi DAS yang belum dimanfaatkan dengna baik. Lukman meminta agar jenis pohon yang ditanam disesuaikan dengan kondisi alamnya agar tumbuh dengan baik. Baca Selengkapnya... »