Archive for April 2009

Pestisida Nabati Sebuah Kearifan Lokal

Akhir bulan Maret lalu kelompok petani yang tergabung dalam Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di Lampung Timur berkumpul untuk belajar bersama, diskusi, praktek dan berbagi pengalaman antar anggota Kelompok tentang pestisida nabati yang merupakan integrasi dari pengembangan kebun pekarangan.

Pelatihan ini melibatkan 6 KSM Margajaya I, Kube, Bunga Sawit, Bina Karya, Harapan Jaya I dan Panca Usaha yang berada di 3 desa Muara Gading Mas, Sriminosari dan Margasari kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten lampung Timur. pelatihan dihadiri 69 peserta terdiri dari 12 peserta perempuan dan 57 peserta laki-laki. Baca Selengkapnya... »

Pengembangan Hutan Kemasyarakatan Tak Bisa Jalan Sendiri-sendiri

BOGOR, KOMPAS.com — Menteri Kehutanan MS Kaban menegaskan, pengembangan hutan kemasyarakatan (Hkm) untuk pemberdayaan masyarakat sekitar hutan tak bisa berjalan sendiri-sendiri.

“Program Hkm, baik di hutan lindung, maupun di hutan produksi, harus sinergi antarpihak yang terlibat dan benar melibatkan masyarakat,” ujarnya saat penanaman pohon di Taman Hutan Hambalang, Bogor (11/4).

Menurutnya, hal pertama yang harus dijalankan adalah fungsi hutan sehingga dapat sekaligus membantu masyarakat mendapat manfaat dari program Hkm itu. Baca Selengkapnya... »

Kerusakan Hutan di Lampung Capai 72%

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Kerusakan kawasan hutan di Lampung sudah menjadi ancaman tersendiri karena telah mencapai 72 persen dari luas arelah hutan yang ada.

Kerusakan tersebut disebabkan banyak faktor, mulai dari perambahan hutan, gradasi lahan, hingga alih fungsi lahan, kata Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Lampung Prof. K.E.S. Manik, belum lama ini.

Menurut guru besar Fakultas Pertanian Unila ini, hal yang dirasakan akibat rusaknya kawasan hutan adalah debit air. Idealnya, debit air itu 1 : 20, tetapi kini kenyataannya debit air di daerah aliran sungai (DAS) mencapai 1 : 55, bahkan ada yang 1 : 98. Baca Selengkapnya... »

ALIH FUNGSI LAHAN: Dinas Kehutanan Belum Lakukan Tindakan

NEGERIKATON (Lampost): Hingga kini Dinas Kehutanan maupun Satuan Polisi Kehutanan Kabupaten Pesawaran belum mengambil tindakan terhadap indikasi alih fungsi hutan kawasan Register 18.

Diperoleh keterangan, minimnya sarana menjadikan kendala untuk mereka melakukan aksi penertiban terhadap para perambah yang diindikasikan telah mengubah hutan kawasan menjadikan sebagai lahan hak milik dengan membuat sertifikat terhadap lahan di hutan kawasan. Belakangan juga diketahui jika hutan kawasan yang telah besertifikat itu disewakan dan diperjualbelikan oleh warga.

Kabid Kehutanan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Pesawaran Sayuti mengatakan minimnya sarana untuk melakukan operasi penertiban tersebut menjadikan kendala berarti buat dinas maupun Satuan Polisi Kehutanan melakukan operasi tersebut. Baca Selengkapnya... »

Amuk Gajah di Lamtim Makin Tidak Terkendali

SUKADANA (Lampost): Amuk kawanan gajah liar yang merusak tanaman penduduk di Lampung Timur kian tidak terkendali. Selama tiga bulan terakhir, 16 kelompok gajah liar asal hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) merusak tanaman petani di areal seluas 100 hektare.

Kerusakan tanam tumbuh warga tersebar di lima kecamatan: Kecamatan Purbolinggo, Sukadana, Way Jepara, Braja Selebah, dan Labuhan Ratu.

Data tersebut diperoleh dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wildlife Conservation Society (WCS) dalam kurun waktu tiga bulan, yaitu Januari–Maret. Baca Selengkapnya... »