Archive for April 2008

HKm, Dari Aspek Konservasi Tanah dan Air

IMPLEMENTASI HKM DI PROVINSI LAMPUNG
DITINJAU DARI ASPEK KONSERVASI TANAH DAN AIR

Oleh: Irwan Sukri Banuwa (WATALA/Universitas Lampung)

Wacana tentang pelibatan masyarakat dalam pengelolaan hutan telah ada pada dekade 1970 dan menjadi tema penting dalam Kongres Kehutanan Dunia di Jakarta pada tahun 1978 dengan tema “Forest For People”  yang menekankan persoalan kehutanan untuk kesejahteraan masyarakat. Wacana ini terus berkembang karena pendekatan pengelolaan hutan berbasis negara dinilai gagal.  Kegagalan pendekatan berbasis negara ini ditandai dengan terus meningkatnya kerusakan hutan setiap tahun. Data menunjukkan bahwa laju kerusakan hutan terus meningkat dari tahun ke tahun, pada periode tahun 1985-1997 kerusakan hutan di Indonesia mencapai 1,7 juta hektar per tahun (FWI/GFW, 2001), dan pada periode tahun 1997-2000 kerusakan hutan meningkat menjadi 3,8 juta hektar per tahun. (Badan Planologi Departemen Kehutanan RI, 2003), dan masyarakat sekitar hutan tetap tidak sejahtera.